Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan penyebaran insentif bagi guru RA/MI/MTS serta ustadz, ustadzah, dan marbot pada tahun 2026 menjangkau puluhan ribu penerima di seluruh kabupaten/kota.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa pencairan insentif telah dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga bantuan bisa langsung dimanfaatkan oleh para penerima.
“Sudah cair insentif guru dan marbot sebelum Lebaran kemarin,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kemarin malam.
Sebanyak 26.928 Penerima Terima Insentif 2026
Pada tahun anggaran 2026, total penerima insentif mencapai 26.928 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Beberapa daerah dengan jumlah penerima terbesar antara lain:
Balikpapan: 5.734 penerima
Samarinda: 4.451 penerima
Kutai Kartanegara: 5.250 penerima
Kutai Timur: 2.919 penerima
Bontang: 2.196 penerima
Sementara daerah lainnya juga turut menerima manfaat program ini, seperti:
Penajam Paser Utara: 1.884 penerima
Paser: 1.972 penerima
Berau: 1.535 penerima
Kutai Barat: 568 penerima
Mahakam Ulu: 419 penerima
Distribusi ini menunjukkan bahwa penyebaran insentif tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah dengan jumlah penduduk lebih kecil.
Total Anggaran Capai Rp40,39 Miliar
Untuk mendukung program ini, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp40,39 miliar.
Dari jumlah tersebut, terdapat potongan pajak sebesar 5 persen atau sekitar Rp2,01 miliar, sehingga total bersih yang diterima para penerima mencapai Rp38,37 miliar.
Kebijakan ini tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan luasnya jangkauan penerima.
Kutai Kartanegara Terima Alokasi Terbesar
Dari sisi nilai anggaran, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni sekitar Rp7,87 miliar.
Disusul oleh:
Balikpapan: Rp8,60 miliar (sebelum pajak)
Samarinda: Rp6,67 miliar
Kutai Timur: Rp4,37 miliar
Besaran ini mencerminkan kebutuhan serta jumlah penerima di masing-masing wilayah.
Komitmen Pemprov Jaga Kesejahteraan dan Ketepatan Waktu
Program insentif ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik dan keagamaan.
Selain memastikan penyebaran yang merata, pemerintah juga menekankan pentingnya pencairan tepat waktu, terutama menjelang momen penting seperti Lebaran.
Dengan total puluhan ribu penerima dan distribusi yang menjangkau seluruh daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi guru dan marbot di Kalimantan Timur.










